(Partai 64) - RCTI - 12 Juli 2010, 01:30 - Soccer City, Johannesburg (Partai 64) - RCTI
Pemenang Partai 61 vs Pemenang Partai 62
Pemenang Partai 61 vs Pemenang Partai 62
0 vs 1 Spanyol
Pencetak Goal : Spanyol (Andres Iniesta 116' OT)
Pertandingan ini akan seru dan menjadi sejarah bagi kedua tim, karena keduanya belum pernah menjadi juara dunia.
BELANDA merupakan salah satu negara dengan tradisi sepak bola kuat yang terkenal dengan tradisi total football, sejak diluncurkan Rinus Michel dengan dirigen Johan Cruyff pada awal 1970-an, membuat mereka selalu diperhitungkan sebagai salah satu favorit juara.
Dalam delapan penampilannya sepanjang sejarah Piala Dunia, prestasi terbaik Belanda adalah runner-up pada 1974 (dikalahkan tuan rumah Jerman Barat dengan skor 2-1) dan 1978 (dikalahkan tuan rumah Argentina dengan skor 3-1).
Dan satu-satunya sukses besar mereka terjadi saat juara Piala Eropa 1988 (mengalahkan Uni Soviet dengan skor 2-0). Dimana pada saat itu Belanda diperkuat oleh bakat-bakat besar seperti Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard.
Sekarang pun Belanda sebenarnya memiliki banyak pemain-pemain berbakat. Walaupun belum ada yang sebesar nama-nama yang disebut diatas, Namun kualitas Belanda cukup merata di semua lini. Dengan bermodalkan rekor kemenangan 100 persen di babak kualifikasi dan diperkuat dengan nama-nama seperti Wesley Sneijder, Robin van Persie, Arjen Robben, Nigel de Jong, dan Dirk Kuyt cukup menjadi andalan untuk merebut gelar juara yang pertama kali.
Pelatih: Bert van Marwijk
Kiper: Sander Boschker (FC Twente), Maarten Stekelenburg (Ajax), Michel Vorm (FC Utrecht)
Belakang: Khalid Boulahrouz (Stuttgart), Edson Braafheid (Celtic), John Heitinga (Everton), Joris Mathijsen (Hamburg), Andre Ooijer (PSV Eindhoven), Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord), Gregory van der Wiel (Ajax)
Tengah: Ibrahim Afellay (PSV Eindhoven), Nigel de Jong (Manchester City), Demy de Zeeuw (Ajax), Stijn Schaars (AZ Alkmaar), Wesley Sneijder (Inter Milan), Mark van Bommel (Bayern Munich), Rafael van der Vaart (Real Madrid)
Depan: Ryan Babel (Liverpool), Eljero Elia (Hamburg), Klaas Jan Huntelaar (AC Milan), Dirk Kuyt (Liverpool), Arjen Robben (Bayern Munich), Robin van Persie (Arsenal)
Dalam delapan penampilannya sepanjang sejarah Piala Dunia, prestasi terbaik Belanda adalah runner-up pada 1974 (dikalahkan tuan rumah Jerman Barat dengan skor 2-1) dan 1978 (dikalahkan tuan rumah Argentina dengan skor 3-1).
Dan satu-satunya sukses besar mereka terjadi saat juara Piala Eropa 1988 (mengalahkan Uni Soviet dengan skor 2-0). Dimana pada saat itu Belanda diperkuat oleh bakat-bakat besar seperti Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard.
Sekarang pun Belanda sebenarnya memiliki banyak pemain-pemain berbakat. Walaupun belum ada yang sebesar nama-nama yang disebut diatas, Namun kualitas Belanda cukup merata di semua lini. Dengan bermodalkan rekor kemenangan 100 persen di babak kualifikasi dan diperkuat dengan nama-nama seperti Wesley Sneijder, Robin van Persie, Arjen Robben, Nigel de Jong, dan Dirk Kuyt cukup menjadi andalan untuk merebut gelar juara yang pertama kali.
Pelatih: Bert van Marwijk
Kiper: Sander Boschker (FC Twente), Maarten Stekelenburg (Ajax), Michel Vorm (FC Utrecht)
Belakang: Khalid Boulahrouz (Stuttgart), Edson Braafheid (Celtic), John Heitinga (Everton), Joris Mathijsen (Hamburg), Andre Ooijer (PSV Eindhoven), Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord), Gregory van der Wiel (Ajax)
Tengah: Ibrahim Afellay (PSV Eindhoven), Nigel de Jong (Manchester City), Demy de Zeeuw (Ajax), Stijn Schaars (AZ Alkmaar), Wesley Sneijder (Inter Milan), Mark van Bommel (Bayern Munich), Rafael van der Vaart (Real Madrid)
Depan: Ryan Babel (Liverpool), Eljero Elia (Hamburg), Klaas Jan Huntelaar (AC Milan), Dirk Kuyt (Liverpool), Arjen Robben (Bayern Munich), Robin van Persie (Arsenal)
SPANYOL merupakan tim yang selalu menampilkan permainan yang impresif dan sangat meyakinkan. Ditopang dengan skill individu yang mumpuni plus gaya sepak bola yang diperagakan membuat Spanyol layak menjadi jawara di turnamen ini.
Prestasi terbaik Spanyol dalam piala dunia adalah menjadi peringkat empat pada tahun 1950. Selebihnya mereka lebih banyak tersingkir di putaran kedua, padahal sepanjang babak kualifikasi dan penyisihan grup, Spanyol selalu tampil memukau. Tak heran jika negara ini mendapat sebutan "spesialis" kualifikasi.
Walaupun belum pernah menjadi juara Piala Dunia, Spanyol telah dua kali menjadi juara Piala Eropa, yaitu pada tahun 1964 (menang atas Uni Soviet 2-1) dan 2008 (menang atas Jerman 1-0).
Spanyol datang ke Afrika Selatan dengan kekuatan yang nyaris tak jauh berbeda dengan ketika menjadi juara Piala Eropa 2008. Amunisi ini tentu saja membuat "El Matador" akan meledak-ledak di Afrika Selatan nanti, sehingga harus diwasdapai oleh lawan mana pun.
Hadirnya tiga bintang di lapangan, Cesc Fabregas, Xavi dan Andres Iniesta, serta duet maut di lini depan, Fernando Torres dan David Villa, membuat Spanyol memiliki potensi yang sangat besar untuk melanjutkan eforia di Piala Eropa 2008. Apalagi, mereka juga dihuni sebagian besar pemain muda berpengalaman, yang tentu saja sangat enerjik dan memiliki semangat yang kuat untuk menang.
Pelatih: Vicente del Bosque
Kiper: Iker Casillas (Real Madrid), Jose Manuel Reina (Liverpool), Victor Valdes (Barcelona)
Belakang: Raul Albiol (Real Madrid), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Joan Capdevila (Villarreal), Carlos Marchena (Valencia), Gerard Pique (Barcelona), Carles Puyol (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid)
Tengah: Xavi Alonso (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Arsenal), Andres Iniesta (Barcelona), Javi Martinez (Athletic Club), Xavi Hernandez (Barcelona)
Depan: David Jimenez Silva (Valencia), Jesus Navas Gonzalez (Sevilla), Juan Manuel Mata (Valencia), Pedro Rodriguez (Barcelona), Fernando Llorente (Athletic Club), Fernando Torres (Liverpool), David Villa (Valencia)
Prestasi terbaik Spanyol dalam piala dunia adalah menjadi peringkat empat pada tahun 1950. Selebihnya mereka lebih banyak tersingkir di putaran kedua, padahal sepanjang babak kualifikasi dan penyisihan grup, Spanyol selalu tampil memukau. Tak heran jika negara ini mendapat sebutan "spesialis" kualifikasi.
Walaupun belum pernah menjadi juara Piala Dunia, Spanyol telah dua kali menjadi juara Piala Eropa, yaitu pada tahun 1964 (menang atas Uni Soviet 2-1) dan 2008 (menang atas Jerman 1-0).
Spanyol datang ke Afrika Selatan dengan kekuatan yang nyaris tak jauh berbeda dengan ketika menjadi juara Piala Eropa 2008. Amunisi ini tentu saja membuat "El Matador" akan meledak-ledak di Afrika Selatan nanti, sehingga harus diwasdapai oleh lawan mana pun.
Hadirnya tiga bintang di lapangan, Cesc Fabregas, Xavi dan Andres Iniesta, serta duet maut di lini depan, Fernando Torres dan David Villa, membuat Spanyol memiliki potensi yang sangat besar untuk melanjutkan eforia di Piala Eropa 2008. Apalagi, mereka juga dihuni sebagian besar pemain muda berpengalaman, yang tentu saja sangat enerjik dan memiliki semangat yang kuat untuk menang.
Pelatih: Vicente del Bosque
Kiper: Iker Casillas (Real Madrid), Jose Manuel Reina (Liverpool), Victor Valdes (Barcelona)
Belakang: Raul Albiol (Real Madrid), Alvaro Arbeloa (Real Madrid), Joan Capdevila (Villarreal), Carlos Marchena (Valencia), Gerard Pique (Barcelona), Carles Puyol (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid)
Tengah: Xavi Alonso (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Arsenal), Andres Iniesta (Barcelona), Javi Martinez (Athletic Club), Xavi Hernandez (Barcelona)
Depan: David Jimenez Silva (Valencia), Jesus Navas Gonzalez (Sevilla), Juan Manuel Mata (Valencia), Pedro Rodriguez (Barcelona), Fernando Llorente (Athletic Club), Fernando Torres (Liverpool), David Villa (Valencia)
RSS Feed
Twitter












4 komentar:
saya yakin Belanda keluar sebagai pemenang,
soalnya Paul si Gurita udah meramalkan,
hehe..
nice post, salam
@Yudie Blog's : setuju..go...holland...go
gak nonton final sobb badan lelah sehingga ketiduran..wah spanyol menang yah sobb
nice info
Post a Comment
Terima kasih atas komentar sobat blogger semua